Minggu, 12 Juni 2016

Hari Raya Tionghoa Sebagai Hari Raya Agama Tao, Buddha, Dan Konghucu



Menurut kelompok kami, kenapa hari raya tionghoa seperti imlek, pecun, cengbeng, dan lain-lainnya di akui sebagai hari raya agama Tao, Konghucu, dan Buddha? Hal ini dikarenakan khonghucu di Indonesia pada awal perkembangannya, ajaran-ajarannya di praktekkan terbatas seperti dalam lingkungan keluarga-keluarga keturunan China. Ajaran Khonghucu ini diterapkan secara lisan turun temurun dan akhirnya menjadi tradisi yang melekat pada masyarakat Tionghoa. Oleh karena itu dimungkinkan antara yang satu dengan lainnya belum mencerminkan adanya keseragaman mereka melakukan berbagai tata cara keagamaan dan ritual.  Ketidakseragaman disebabkan karena orang Tionghoa memiliki berbagai suku bangsa yang memiliki berbagai berbagai tata cara upacara dan berbagai macam tradisi adat .

Perkembangan selanjutnya keberadaan Khonghucu ditopang dengan kehidupan berorganisasi, dengan maksud agar dapat lebih teratur dan lebih baik sesuai dengan penghayatan keagamaan dan kepercayaan tertentu atau justeru dalam rangka meningkatkannya dalam segala aspek kehidupan umat manusia. Agama Khonghucu dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu mereka yang tergabung dalam Tri Dharma ( Budhisme, Taoisme, dan Konfisianisme) dan yang tergabung dalam MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) dengan organisasi-organisasi yang benaung dibawahnya yaitu: Matakin Propinsi, Makin-Makin, Yakin dll
 

0 komentar:

Posting Komentar